Jadi Entrepeneur, Siapa takut ?

Tidak sedikit orang yang takut menjadi wirausahawan, biasanya mereka tidak punya modal, padahal dengan modal sedikit pun bisa untuk berwirausaha, hanya saja harus pintar dalam strategi dan marketing. Belum lagi harus menanggung segala resiko dan kendala-kendala lain di lapangan yang membuat orang enggan berwirausaha. Dari kondisi tersebutlah SMK Informatika Pesat menciptakan sebuah gebrakan untuk menyelenggarakan acara Pekan Wirausaha pada Minggu, 9 Desember 2018 di Kampus 1 Sekolah Pesat.Kepala Sekolah, Uun Nurhayati menegaskan bahwa acara ini didasari oleh salah satu brand sekolah yakni Interpreneurship dengan tujuan mencetak jiwa-jiwa interpreneur yang siap bersaing di masyarakat. Dengan penerapan Kurtilas mata pelajaran PKK (Pendidikan Kreatif Kewirausahaan) dan Kwh (Kewirausahaan), sekolah berusaha mengintegrasikan nilai-nilai interpreneur melebur menjadi pembelajaran Praktik.

Acara dibuka oleh Ibu Kepsek dan dilanjut dengan gunting pita oleh Bapak Pengawas Yayasan Pesat Birrul Walidain sebagai simbol bahwa bazar telah resmi dibuka. Antusiasme peserta didik yang terlibat dalam acara ini kian semarak dengan penampilan akustik, solo, dan stand up comedy dari masing-masing perwakilan kelas. Ditambah stand-stand yang berdiri di sisi-sisi lapangan membuat acara tambah meriah. Masing-masing kelas mendapatkan lapak untuk berjualan. Banyak kuliner yang dijajakan mulai dari makanan ringan seperti sosis bakar, hotang, burger, spagethi, bakso, dimsum, ice cream, es sarang burung, dan masih banyak yang lainnya. Semuanya tertata rapi di stand kelas masing-masing.  Bagi para pengunjung harus membeli voucher di pintu registrasi mulai dari kelipatan harga Rp 5.000,00. Para penjual dan pembeli hanya diperkenankan menggunakan voucher untuk melakukan transaksi jual beli. 

“Kegitan ini sangat bermanfaat karena memberikan pembelajaran dalam kehidupan, ternyata berjualan itu tidak semudah yang saya pikir, butuh strategi untuk mengemas dan memasarkan produk agar menarik dan laku di pasaran” tutur Jihan kelas XII MM 1 sebagai salah satu penjual produk Hotang.

            Adapun kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan bazar tersebut diantaranya dari segi cuaca. Karena pelaksanaannya di outdoor maka terkendala saat mendekor stand dan mendisplay produk yang akan dijual hal ini disebabkan karena hujan. Ini kali pertama SMK Informatika Pesat melaksanakan bazar sehingga ada beberapa hal yang harus dievaluasi untuk perbaikan di tahun berikutnya, tutur Panca Pribadi selaku penanggung jawab  sekaligus guru PKK dan Kwh, dari segi pendanaan, kegiatan ini murni dari siswa untuk siswa sehingga dana yang dikumpulkan masih minim sehingga berdampak pada persiapan. Panca berharap kegiatan ini rutin dilaksanakan guna membentuk peserta didik yang siap menjadi wirausahawan karena sekolah telah mendapatkan penghargaan sebagai pencetak wirausaha nasional oleh Kemendikbud  Jakarta beberapa waktu lalu sehingga hal ini menjadi sebuah tantangan untuk sekolah dalam mempersiapkan peserta didik yang siap bersaing di masa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *